Harga-Harga Naik, Investasi Nanti Dulu

September 26, 2022
harga harga naik

Inflasi atau kenaikan harga barang seperti saat ini seringkali terjadi, dan setiap tahunnya cenderung semakin tinggi. Meski pemerintah masih memberi subsidi untuk beberapa kebutuhan dasar lain seperti BBM dan listrik, harga harga naik tidak bisa sepenuhnya dihindari.

Naiknya harga barang-barang mendorong naiknya angka pengeluaran. Masyarakat pun cenderung lebih menahan diri. Pertanyaannya sekarang, saat harga harga naik haruskah porsi investasi ditunda dulu?

Ancaman Harga-Harga Naik

Tidak ada yang ingin harga barang naik. Kalau bisa, semua orang tentu ingin harga tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Ini tidak hanya berlaku bagi masyarakat. Pemerintah pun pada dasarnya menginginkan hal yang sama.

Namun karena kondisi ekonomi terus berubah, harga meningkat sudah menjadi sebuah keniscayaan, terlebih saat harga BBM naik. Saat harga bahan bakar naik, harga-harga yang lain akan mengikut. Barang yang paling cepat mengikuti kenaikan harga BBM biasanya sembako.

Fenomena harga harga naik bahkan sudah terlihat beberapa hari sejak pengumuman harga baru BBM. Beberapa bahan pokok sudah mengalami kenaikan harga. Sebut saja seperti harga cabai, beras dan sayur-sayuran. Ke depan, akan semakin banyak barang dan jasa yang mengikuti tren harga meningkat.

Bagaimana Cara Mengatur Investasi di Saat Harga Barang Naik

Harga sedang tinggi memang memberatkan. Agar bisa tetap bertahan, Anda harus segera beradaptasi dan mengubah strategi dengan kondisi. Tapi jika ingin tetap berinvestasi, apakah masih memungkinkan? Berikut cara mengatur investasi saat harga tinggi.

1. Kurangi alokasi investasi

Saat harga tinggi, prioritas utama tetap harus pada kebutuhan dasar. Hitung berapa pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan dasar. Setelah itu, barulah Anda beralih ke pengeluaran lain, termasuk investasi.

Jika ingin berinvestasi saat harga naik, ada baiknya Anda mengurangi alokasi dananya terlebih dahulu. Misalnya jika biasanya Anda mengalokasikan dana sebesar 10% dari penghasilan, sekarang kurangi jadi 3-5% saja.

2. Investasi emas

Emas dikenal sebagai aset safe haven. Nilainya relatif stabil dan relatif aman untuk situasi yang tidak pasti, khususnya saat harga harga sedang tinggi seperti sekarang ini.

Jika Anda ingin berinvestasi di saat harga naik, Anda bisa mempertimbangkan investasi emas. Fluktuasi harganya tidak begitu tinggi. Dalam jangka panjang harganya juga selalu naik.

3. Pertimbangkan instrumen saham atau reksa dana

Ada alasan kenapa instrumen investasi yang dipilih sebaiknya antara saham atau reksa dana. Kedua instrumen tersebut bisa diperoleh dengan dana yang kecil.

Untuk saham sendiri, ada banyak saham yang dihargai beberapa ratus rupiah per lembar sahamnya. Jika ingin beli 1 lot, Anda bisa mendapatkannya dengan modal beberapa ratus ribu rupiah saja.

Reksa dana juga demikian. Saat ini ada banyak produk reksa dana yang bisa diperoleh dengan modal Rp 100.000 saja. Bahkan ada juga beberapa produk reksa dana yang bisa diperoleh dengan modal mulai dari Rp 10.000.

Menunda Investasi Tak Cukup Meringankan

Meski harga sedang tinggi, menunda investasi sebenarnya tidak cukup meringankan beban pengeluaran. Mengapa demikian? Kebutuhan akan selalu muncul di setiap fase kehidupan. Dengan menunda investasi saat ini, bisa saja Anda harus menunda kebutuhan yang lain di masa depan.

Anda tentu tidak ingin tujuan-tujuan penting di masa depan nanti harus dibatalkan hanya karena Anda menunda berinvestasi. Jadi daripada menunda investasi, masih ada opsi lain yang lebih baik.

Pilah-Pilah Kebutuhan Bisa Jadi Solusi

Saat kebutuhan dirasa tak ada habisnya, bisa jadi itu karena Anda tidak pernah benar-benar menyeleksi kebutuhan yang muncul. Rinci ulang daftar kebutuhan dan hitung lagi biaya untuk setiap jenis kebutuhan. Cari tahu apakah ada yang bisa dihemat atau bahkan ditunda dulu.

Beberapa pengeluaran yang bisa ditunda misalnya pengeluaran untuk hiburan. Jika sebelumnya Anda terbiasa travelling ke luar kota, kali ini urungkan niat untuk main-main ke tempat yang jauh. Hiburan tidak hanya bisa ditemukan di kota lain. Anda masih tetap bisa mendapatkan hiburan di kota sendiri, bahkan di rumah sendiri.

Sebisa mungkin Anda harus tetap konsisten berinvestasi dalam segala kondisi. Baik itu saat harga harga naik atau tidak, konsistensi dalam berinvestasi akan membantu mencapai tujuan masa depan. Jika Anda ingin berinvestasi dengan modal minimal, Reksa Dana Manulife punya banyak pilihan produk yang bisa dipilih sesuai dengan tujuan keuangan.